Bersama BPTP Jatim, Pemkab Bojonegoro Lakukan Karakterisasi Durian Lokal di Desa Klino

  • Whatsapp
IMG-20220211-WA0075

Transbojonegoro – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) melakukan observasi tanaman durian di Desa Klino Kecamatan Sekar. Ini merupakan langkah melindungi legalitas kekayaan genetik durian lokal Kabupaten Bojonegoro.

Saat ini Desa Klino Kecamatan Sekar yang berada di ketinggian 585 Mdpl, selain punya objek wisata alam juga wisata petik buah durian. Yakni di perkebunan milik Mbah Datrap, salah satu warga. Ia merupakan inisiator tumbuhan yang sangat digemari banyak orang karena baunya yang harum dan rasa yang nikmat.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, DPKP Imam Nur Hamid saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kebun durian di Desa Klino punya sekitar 40 pohon. Sekitar 20 pohon sudah berbuah dan sebagian besar berbuah lebat.

“Ada 3 pohon durian yang berusia lebih dari 85 tahun, 100 dan 150 tahun. Inilah yang menjadi cikal bakal dari pohon durian yang sudah dikembangkan oleh masyarakat Desa klino,” ucapnya, Jumat (11/2/2022).

Imam Nur Hamid juga menjelaskan untuk jenis atau varietas buah durian ini belum diketahui secara pasti. Namun mengenai rasanya, tidak kalah dengan buah durian yang ada di daerah lain.

“Buahnya tebal dan rasanya pun legit dan manis,” jelasnya.

Ia juga menambahkan dengan melihat potensi perkebunan durian di Desa Klino ini, Pemkab Bojonegoro melalui DKPP bersama BPTP Jawa Timur dan BPSB Jawa Timur sejak 2021 sudah mulai melaksanakan observasi kekayaan genetik tanaman buah sebagai plasma nutfah Kabupaten Bojonegoro.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan