Melihat Proses Produksi Tempe di Kedungadem, Bahan Kedelai Pilihan Hadirkan Cita Rasa Khas

  • Whatsapp
IMG_20220418_113802_copy_359x261

TRANSBojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki segudang potensi desa. Banyak industri rumahan yang memberi dampak ekonomi bagi warga. Salah satunya industri pembuatan tempe di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem.

Tepatnya di rumah Sutopo. Bersama istrinya, Warsih, mereka membuat tempe yang sudah berjalan kurang lebih 8 tahun. Katanya, resep tempe khas Kedungadem ini sudah dari generasi ke generasi.

Bacaan Lainnya

Di rumah Sutopo, tempat pembuatan tempe, beberapa ember telah terisi kedelai. Baik yang belum dikupas maupun yang sudah proses perebusan, pengupasan, perendaman, pengasaman, pencucian hingga inokulasi dengan ragi dan pembungkusan.

“Semua saya dan istri yang mengerjakan,” ujarnya saat berada di ruang tamu kediamannya. Kala itu hujan cukup deras.

Sutopo mengatakan, dia bersama istri menghasilkan sekitar 20 kg sekali produksi. Sementara saat sebelum pandemi dan harga kedelai naik, ia dapat memproduksi sekitar 40 kg bahkan lebih. Ukuran tempe khas Kedungadem ini sekitar 25 cm dengan lebar 5 cm ketebalan 3 cm. Tiap lonjor tempe seharga Rp3.000 hingga Rp5.000 tergantung panjang tempe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan